{"id":10271,"date":"2016-12-20T12:44:40","date_gmt":"2016-12-20T05:44:40","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?p=10271"},"modified":"2016-12-20T12:44:40","modified_gmt":"2016-12-20T05:44:40","slug":"makin-adil-makin-beradab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=10271","title":{"rendered":"Makin Adil \u2013 Makin Beradab"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/PNG-LogoPASTORAL-KAJ-2017-rev.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-10272\" src=\"http:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/PNG-LogoPASTORAL-KAJ-2017-rev-212x300.png\" alt=\"\" width=\"212\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/PNG-LogoPASTORAL-KAJ-2017-rev-212x300.png 212w, https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/PNG-LogoPASTORAL-KAJ-2017-rev-768x1088.png 768w, https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/PNG-LogoPASTORAL-KAJ-2017-rev-723x1024.png 723w, https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/PNG-LogoPASTORAL-KAJ-2017-rev.png 1388w\" sizes=\"auto, (max-width: 212px) 100vw, 212px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Logo dan Maknanya untuk Tema 2017<\/strong><br \/>\n<strong>Keuskupan Agung Jakarta (KAJ)<\/strong><br \/>\n<strong>\u201cMakin Adil \u2013 Makin Beradab\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Logo terdiri dari tagline Arah Dasar 2016-2020 KAJ \u201cAmalkan Pancasila\u201d berwarna abu-abu sebagai warna permanen simbol komitmen -ketetapan hati; dan tema Pastoral Evangelisasi 2017 \u201cMakin Adil \u2013 Makin Beradab\u201d berwarna hijau, tanda semangat kesegaran dalam melangkah demi keutuhan ciptaan; serta visual dengan warna-warna dinamis yang mengandung arti:<\/p>\n<p>1. Bentuk Gunungan merah dan kuning keemasan mengerucut ke atas melambangkan kehidupan manusia yang bergerak menuju kepada Allah. Dibuat seperti Mitra sebagai simbol kepemimpinan Bapak Uskup dalam peziarahan ini. Bentuk ini juga merupakan simbol (a) Roh Kudus; tetesan darah dan embun kehidupan yang berpihak pada kemanusiaan; (b) konfigurasi visual di dalamnya membentuk wajah manusia Pembawa Kabar Sukacita Injil yang bergembira.<\/p>\n<p>2. Timbangan berwarna kuning keemasan dan aksentuasi\/penegasan berwarna putih menjadi simbol semangat dan landasan hidup berkeadilan. Tampak membentuk Salib sebagai tanda siap berkorban demi keadilan.<\/p>\n<p>3. Kepala Burung Garuda simbol keberanian, pantang menyerah, setia, selalu mengarahkan diri pada kebaikan dan kebenaran. Menyiratkan bentuk kepala lambang Garuda Pancasila.<\/p>\n<p>. Tangan berwarna coklat menjadi simbol umat Keuskupan Agung Jakarta yang bahu-membahu berkarya membangun keadaban publik agar martabat manusia ditinggikan, terciptanya perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, dan saling menghormati, menghargai sesama manusia yang memiliki rasa, cipta, cinta, karsa, dan keyakinan.<\/p>\n<p>5. Mata rantai kuning keemasan yang saling berkait mengingatkan kita pada simbol Sila Kedua Pancasila sebagai fokus Pastoral Evangelisasi 2017 yaitu menghayati dan mewujudkan \u201cKemanusiaan yang Adil dan Beradab\u201d.<\/p>\n<p>Demikian makna Logo Tema Pastoral Evangelisasi 2017 KAJ.<\/p>\n<p>Sumber http:\/\/www.hidupkatolik.com\/2016\/12\/19\/logo-dan-maknanya-untuk-ardas-kaj-tahun-2017\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Logo dan Maknanya untuk Tema 2017 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) \u201cMakin Adil \u2013 Makin Beradab\u201d Logo terdiri dari tagline Arah Dasar 2016-2020 KAJ \u201cAmalkan Pancasila\u201d berwarna abu-abu sebagai warna permanen simbol komitmen -ketetapan hati;&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-sekitar"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2016\/12\/LogoAPP-KAJ-2017.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10271"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10274,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10271\/revisions\/10274"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}