{"id":12587,"date":"2017-09-22T11:05:37","date_gmt":"2017-09-22T04:05:37","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?page_id=12587"},"modified":"2017-09-22T11:05:37","modified_gmt":"2017-09-22T04:05:37","slug":"pengertian-devosi","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?page_id=12587","title":{"rendered":"Pengertian Devosi"},"content":{"rendered":"<p class=\"style140\" align=\"justify\">Devosi bukanlah liturgi. Devosi adalah suatu sikap bakti yang berupa penyerahan seluruh pribadi kepada Allah dan kehendak-Nya sebagai perwujudan cinta kasih, Atau yang lebih lazim: devosi adalah kebaktian khusus. kepada berbagai misteri iman yang dikaitkan dengan pribadi tertentu: devosi kepada sengsara Yesus, devosi kepada Hati Yesus, devosi kepada Sakramen Mahakudus, devosi kepada Maria, dan lain-lain.<\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\">Semua devosi harus diatur sedemikian rupa sehingga selaras dengan liturgi kudus: sesuai dengan rnasa liturgi, bersumber pada liturgi, dan mengantarumat kepada liturgi, sebab menurut hakekatnya liturgi jauh mengungguli semua bentuk devosi (lihai KL13).<\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\">Tujuan dari devosi antara lain:<\/p>\n<ol class=\"style140\">\n<li>menggairahkan iman don kasih kepada Allah;<\/li>\n<li>mengantar umat pada penghayatan irnan yang benar akan misteri karya keselamatan Allah dalarn Yesus Kristus;<\/li>\n<li>mengungkapkan dan meneguhkan iman terhadap salah satu kebenaran misteri iman;<\/li>\n<li>memperoleh buah-buah rohani.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sumber\u00a0http:\/\/imankatolik.or.id\/pengertian-arti-devosi.html<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Devosi bukanlah liturgi. Devosi adalah suatu sikap bakti yang berupa penyerahan seluruh pribadi kepada Allah dan kehendak-Nya sebagai perwujudan cinta kasih, Atau yang lebih lazim: devosi adalah kebaktian khusus. kepada berbagai misteri iman yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":12584,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-12587","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/12587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12587"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/12587\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12588,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/12587\/revisions\/12588"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/12584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}