{"id":10699,"date":"2017-01-20T12:10:52","date_gmt":"2017-01-20T05:10:52","guid":{"rendered":"http:\/\/katolikindonesia.org\/?page_id=10699"},"modified":"2017-01-20T12:10:52","modified_gmt":"2017-01-20T05:10:52","slug":"sejarah-syahadat","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?page_id=10699","title":{"rendered":"Sejarah Syahadat"},"content":{"rendered":"<p class=\"style21 style149\" align=\"center\">Syahadat Katolik.<\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\">Credo atau &#8220;Aku Pecaya&#8221; adalah syahadat iman yang memuat pokok-pokok iman kapercayaan orang kristen.<\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\">Syahadat iman ini dirumuskan oleh Gereja, lewat konsili-konsili pada waktu itu (abad I-V).<\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\"><a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/credopararasul.html\" target=\"_blank\">Syahadat Para Rasul <\/a>atau syahadat singkat sudah ada sejak abad ke II. Syahadat Singkat\/Syahadat para rasul ini kita ucapkan pada saat perayaan Ekaristi pada hari Minggu\/hari raya dan dalam <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/doarosario.html\" target=\"_blank\">Doa Rosario<\/a>.<\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\">Kita juga mengenal syahadat panjang, Syahadat ini resminya disebut <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/credotrente.html\" target=\"_blank\">Syahadat Nicea-Konstatinopel<\/a>.<\/p>\n<p class=\"style148\" align=\"justify\">Sejarah Syahadat<\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\">Saat <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/yesus.html\" target=\"_blank\">Yesus<\/a> wafat, bangkit dan naik ke Surga, <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/yesus.html\" target=\"_blank\">Yesus<\/a> tidak meninggalkan satu dokument apapun mengenai syahadat yang dijadikan pegangan para rasul, tetapi Yesus tidak membiarkan para rasul bingung, Ia mengutus Roh Kudusnya (Kis 2:1-13). <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/rohkudus.html\" target=\"_blank\">Roh Kudus<\/a> inilah yang mengajarkan segala sesuatu kepada para rasul dan mengingatkan mereka semua apa yang telah <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/yesus.html\" target=\"_blank\">Yesus<\/a> Katakan kepada mereka (Yoh 14:26). Dengan daya <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/trinitas.html\" target=\"_blank\">Roh Allah<\/a>\/<a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/rohkudus.html\" target=\"_blank\">Roh Kudus<\/a> inilah para rasul berani mewartakan Kristus, sehigga jumalah orang yang dibaptis semakin banyak (Kis 2:41.47;6:7)<\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\">Ajaran kristen berkembang pesat sesudah kaisar Konstantinus mengijinkan orang Kristen beribadat dengan bebas, tanpa ketakutan akan ancaman masuk penjara dan dibunuh. Seiring dengan perkembangan itulah, muncul orang-orang Kristen yang mempunyai pandangan-pandangan sendiri, yang berbeda, bahkan ada yang bertentangan dengan <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/yesuskristus.html\" target=\"_blank\">Yesus Kristus<\/a> dan <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/rohkudus.html\" target=\"_blank\">Roh Kudus<\/a>. Akibat dari itulah diperlukan satu ajaran yang orotodoks dan resmi untuk melawan ajaran-ajaran sesat tersebut.<\/p>\n<p class=\"style148\" align=\"justify\">Perjalanan karya <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/rohkudus.html\" target=\"_blank\">Roh Kudus<\/a> kepada Gereja untuk melawan ajaran-ajaran sesat (bidaah).<\/p>\n<p class=\"style148\"><strong>Ajaran sesat Arian (arianisme) <\/strong><\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\">Arius, adalah seorang imam Aleksandria. Ia mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan Allah Sejati. ia menyangkal keilahian Yesus. Untuk melawan ajaran sesat ini diadakan konsili ekumenis pertama, yaitu <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/nicea1.html\" target=\"_blank\">konsili Nicea I<\/a> tahun 325.<\/p>\n<p class=\"style148\" align=\"justify\">Syahadat Kaesarea<\/p>\n<p class=\"style140\" align=\"justify\">Syahadat ini dianjurkan oleh Eusebius dari Kaesarea dalam <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/nicea1.html\" target=\"_blank\">konsili Nicea I<\/a>, karena syahadat iman ini juga dipakai dalam Gerejanya berikut isi syahadat dari Kaesarea :<\/p>\n<p class=\"style145\"><em>&#8220;kami percaya akan satu Allah,<br \/>\nBapa yang mahakuasa,<br \/>\nPencipta hal-hal yang kelihatan dan tak kelihatan:<\/em><\/p>\n<p class=\"style145\"><em>Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br \/>\nSang Sabda dari Allah,<br \/>\nterang dari terang,<br \/>\nhidup dari hidup,<br \/>\nPutera Allah yang Tunggal,<br \/>\nyang pertama lahir dari ciptaan,<br \/>\ndilahirkan dari Bapa,<br \/>\nsebelum segala abad,<br \/>\nsegala sesuatu dijadikan oleh-NYA,<br \/>\nIa menjadi daging untuk keselamatan kita,<br \/>\ndan hidup di antara manusia,<br \/>\ndan menderita,<br \/>\ndan bangkit lagi pada hari ketiga,<br \/>\ndan naik kepada Bapa,<br \/>\ndan datang lagi dalam kemuliaan,<br \/>\nuntuk mengadili orang hidup dan mati;<br \/>\nkami percaya pula akan satu Roh Kudus.&#8221;<\/em><\/p>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\">Syahadat Eusebius kalau kita lihat memang ortodoks, sesuai dengan ajaran Gereja , Tetapi Syahadat ini tidak secara eksplisit melawan bidah Arianisme (ajaran Arius). Oleh karena itu, konsili memakai syahadat Eusebius sebagai dasar pembicaraan saja, lalau mengusulkan perbaikan, dengan penambahan-penambahan pada syahadat dari Kaesarea. berikut bunyi dari rumusan Konsili Nicea I ini yang tampak dalam rumusannya tentang Yesus Kristus :<\/p>\n<p class=\"style146\" align=\"left\">&#8220;Kami percaya akan satu Allah,<br \/>\nBapa yang Mahakuasa,<br \/>\npencipta segala Sesuatu,<br \/>\nyang kelihatan dan tak kelihatan,<\/p>\n<p class=\"style146\" align=\"left\">Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br \/>\nPutra Allah,<br \/>\ndilahirkan dari Bapa,<br \/>\nsatu-satunya yang dilahirkan,<br \/>\ndari hakikat Bapa,<br \/>\nAllah dari Allah,<br \/>\nTerang dari terang,<br \/>\nAllah benar dari Allah benar,<br \/>\ndilahirkan, bukan dijadikan,<br \/>\nsehakikat degan Bapa,<br \/>\nsegala sesuatu dijadikan Oleh-NYA,<br \/>\nsegala sesuatu di surga dan segala sesuatu di bumi,<br \/>\nturun (dari sorga) untuk kita manusia,<br \/>\ndan untuk keselamatan kita,<br \/>\ndan menjadi daging,<br \/>\nmenjadi manusia,<br \/>\nmenderita,<br \/>\ndan bangkit pada hari ketiga,<br \/>\nnaik ke surga,<br \/>\ndan untuk mengadili orang hidup dan mati.<\/p>\n<p class=\"style146\" align=\"left\">dan akan Roh Kudus.<\/p>\n<p class=\"style146\" align=\"left\">dan mereka yang berkata &#8220;ada saat Dia tidak ada&#8221;&#8216;,<br \/>\ndan&#8221;sebelum dilahirkan Dia tidak ada&#8221;,<br \/>\nbahwa&#8221; Ia menjadi ada dari yang tidak ada&#8221;,<br \/>\natau mereka yg mengatakan bahwa Anak Allah adalah<br \/>\n&#8220;dari substansi atau esensi lain&#8221;,<br \/>\natau &#8220;diciptakan&#8221;,<br \/>\natau &#8220;dapat berganti&#8221;&#8216;,<br \/>\natau &#8220;dapat berubah&#8221;&#8216;,<br \/>\nmerekalah yang dikutuk oleh gereja katolik dan Apostolik.&#8221;<\/p>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\">syadat perbaikan tersebut diatas selanjutnya disebut Syahdat dari Nicea.<\/p>\n<p class=\"style148\" align=\"justify\">Ajaran sesat Macedonius<\/p>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\">Ajaran Macedonius melawan menyangkal keilahian Roh Kudus, sehingga diperlukan pertian khusus, terutama dibahas pada konsili Konstantinoel, tahun 381, diselenggarakan untuk melawan Bidaah Macedonius ini, berikut bunyi keputusan sidang di konsili Konstantinopel tentang syahadat.<\/p>\n<p class=\"style147\">&#8220;Kami percaya akan satu Allah,<br \/>\nBapa yang Mahakuasa,<br \/>\npencipta langit dan bumi,<br \/>\ndan segalasesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;<\/p>\n<p class=\"style147\">Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br \/>\nPutra Allah yang Tunggal,<br \/>\ndilahirkan dari Bapa,<br \/>\nsebelum segala abad,<br \/>\nTerang dari terang<br \/>\nAllah benar dari Allah benar,<br \/>\ndilahirkan,<br \/>\nbukan dijadikan,<br \/>\nsehakikat dengan Bapa,<br \/>\nsegala sesautu dijadikan oleh-Nya,<br \/>\nyang turun dari sorga untuk kita manusia,<br \/>\ndan untuk keselamatan kita,<br \/>\ndan menjadi daging oleh Roh Kudus,<br \/>\ndari Perawan Maria,<br \/>\ndan menjadi manusia,<br \/>\ndan disalibkan waktu ponsius Pilatus,<br \/>\ndan sengsara,<br \/>\ndan dimakamkan,<br \/>\ndan bangkit pada hari ketiga menurut kitab suci,<br \/>\nnaik ke surga,<br \/>\ndan duduk disisi kanan Bapa,<br \/>\ndan akan datang kembali dengan mulia,<br \/>\ndan untuk mengadili orang hidup dan mati,<br \/>\nKerajaan-Nya tak akan berakhir;<\/p>\n<p class=\"style147\">Dan akan Roh Kudus,<br \/>\nTuhan dan pemberi Hidup,<br \/>\nYang berasal dari Bapa,<br \/>\nYang bersama Bapa dan Putra disembah dan dimuliakan,<br \/>\nYang bersabda dengan perantaraan para nabi:<br \/>\nAkan gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolic;<\/p>\n<p><span class=\"style147\">Kami mengakui satu pembaptisan,<br \/>\nakan pengampunan dosa,<br \/>\nKami menantikan kebangkitan orang mati,<br \/>\nDan hidup di akhirat.<\/span><\/p>\n<p class=\"style148\" align=\"justify\">Ajaran Sesat Nestorius<\/p>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\">Nestorius adalah seorang uskup dari Konstantinopel. beliau mengajarkan bahwa Yesus memiliki 2 kodrat dan 2 pribadi, yaitu Allah dan manusia. Ajaran nestorius ini ditentang keras oleh Cyrilius seorang uskup dari Aleksandria. <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/efe.html\" target=\"_blank\">Konsili Efesus <\/a>berhasil menyelesaikan perselisihan paham ini, dan mengutuk ajaran Nestorius dan membenarkan ajaran Cyrilius. Konsili Efesus ini menenkankan <span class=\"style151\">kesatuan Pribadi Yesus<\/span> dan juga konsili ini menyetujui apa yang telah dirumuskan dalam konsili-konsili sebelumnya.<\/p>\n<p class=\"style148\" align=\"justify\">Ajaran Sesat Eutyches<\/p>\n<p class=\"style142\" align=\"justify\">Eutyches mengajarkan bahwa ke dua Kodrat Yesus itu, Allah dan manusia tercampur dan tek terbedakan. Untuk melawan ajaran Eutyches ini maka diadakanlah <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/chal.html\" target=\"_blank\">konsili Kalcedon<\/a>, tahun 451. Konsili ini mengambil keputusan tegas untuk meyingkirkan semua ajaran sesat dan menegaskan kembali iman yang benar. Dimana konsili ini menegaskan bahwa <span class=\"style152\">kodrat keallahan dan kemanusiaan Yesus tetap terbedakan. Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia<\/span>. Dalam konsili Kalcedon inilah secara resmi disahkannya syahadat iman, yang terkenal dengan Syahadat Niceani atau lebih dikenal dengan Syahadat Nicea-Konstantinopel (syahadat panjang). tapi nama resminya adalah<span class=\"style153\"> syahadat Niceani <\/span><\/p>\n<p class=\"style156\">&#8220;Kami (Aku) percaya akan satu Allah,<br \/>\nBapa yang Mahakuasa,<br \/>\npencipta langit dan bumi,<br \/>\ndan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan;<\/p>\n<p class=\"style156\">Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus,<br \/>\nPutra Allah yang Tunggal<br \/>\nIa lahir dari Bapa,<br \/>\nsebelum segala abad,<br \/>\nAllah dari Allah,<br \/>\nTerang dari terang<br \/>\nAllah benar dari Allah benar,<br \/>\nIa dilahirkan, bukan dijadikan,<br \/>\nsehakikat dengan Bapa,<br \/>\nsegala sesuatu dijadikan oleh-Nya,<br \/>\nIa turun dari sorga,<br \/>\nuntuk kita manusia,<br \/>\ndan untuk keselamatan kita,<br \/>\ndan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus,<br \/>\ndari Perawan Maria,<br \/>\ndan menjadi manusia,<br \/>\nIa pun disalibkan untuk kita<br \/>\nwaktu Ponsius Pilatus.<br \/>\nIa wafat kesengsaraan dan dimakamkan,<br \/>\npada hari ketiga Ia bangkit,<br \/>\nmenurut kitab suci.<br \/>\nIa naik ke surga,<br \/>\nduduk disisi kanan Bapa,<br \/>\nIa akan datang kembali dengan mulia,<br \/>\nmengadili orang hidup dan yang mati,<br \/>\nKerajaan-Nya tak akan berakhir;<\/p>\n<p class=\"style156\">Kami (Aku) percaya akan Roh Kudus<br \/>\nIa Tuhan yang menghidupkan<br \/>\nIa berasal dari Bapa dan Putera,<br \/>\nYang serta Bapa dan Putera,<br \/>\ndisembah dan dimuliakan.<br \/>\nIa bersabda dengan perantaraan para nabi,<\/p>\n<p class=\"style156\">Kami (Aku) percaya akan gereja,<br \/>\nyang satu, kudus, katolik dan apostolic.<br \/>\nKami (Aku) mengakui satu pembaptisan,<br \/>\nakan pengampunan dosa.<br \/>\nKami (Aku) menantikan kebangkitan orang mati<br \/>\ndan hidup di akhirat<br \/>\namien<\/p>\n<p class=\"style154\" align=\"justify\"><span class=\"style158\">Ada penambahan pada rumusan &#8220;Allah dari Allah&#8221; sebelum terang dari terang (diambil dari konsili Nicea) dan penambahan &#8220;Putra&#8221; pada rumusan &#8220;Ia berasal dari Bapa&#8221; pada bagian rumusan tentang roh Kudus, terjadi sejak Konsili Toledo tahun 589, berikut hasil akhir dari <a href=\"http:\/\/imankatolik.or.id\/credotrente.html\">Syadat Panjang<\/a><\/span><\/p>\n<p class=\"style154\" align=\"justify\">Sumber http:\/\/imankatolik.or.id\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syahadat Katolik. Credo atau &#8220;Aku Pecaya&#8221; adalah syahadat iman yang memuat pokok-pokok iman kapercayaan orang kristen. Syahadat iman ini dirumuskan oleh Gereja, lewat konsili-konsili pada waktu itu (abad I-V). Syahadat Para Rasul atau syahadat&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":10696,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-10699","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/10699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10699"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/10699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10700,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/10699\/revisions\/10700"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/10696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}