Rabu, 10 Juni 2026
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 16:11
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan. Di hadapan-Mu terdapat sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat abadi.
PENGANTAR:
Berapa kali lagi kalian berlaku timpang dan mendua hati?’ demikianlah pertanyaan Nabi Elia. Kita tak dapat mengimani Allah yang Maha Esa dan sekaligus dewa-dewa buatan manusia. Salah satu dewa buatan itu ialah membela hukum demi hukum tanpa semangat dan keyakinan. Yesus mewartakan Allah yang sama dengan Perjanjian Lama, tetapi mendekatkan kita dengan Allah, yang disebut-Nya Bapa-Nya dan Bapa kita.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa yang Maha Esa, hukum dan nubuat para nabi telah terlaksana dalam diri Yesus, Tuhan Kami. Semoga hidup kami dijiwai oleh cinta kasih, yang pernah memenuhi gembala dan pemimpin kami menuju keabadian, ialah Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 18:20-39
“Semoga bangsa ini mengetahui bahwa Engkaulah Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka bertobat.”
Sekali peristiwa Raja Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel. Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun. Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: “Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya. Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api. Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!” Seluruh rakyat menyahut, katanya: “Baiklah demikian!” Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: “Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api.” Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: “Ya Baal, jawablah kami!” Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu. Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: “Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.” Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian. Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: “Datanglah dekat kepadaku!” Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu. Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. –Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: “Engkau akan bernama Israel .” — Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih. Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu. Sesudah itu ia berkata: “Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!” Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk kedua kalinya!” Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: “Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!” Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya, sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itupun penuh dengan air. Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: “Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.” Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 16:1-2a.4.5.8.11
Ref. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu, aku berlindung
atau Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
- Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku.”
- Bertambahlah kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan kurban curahan mereka, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka dengan bibirku.
- Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
- Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : (Mzm 25:4c.5a) Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:17-19
“Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi.”
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekali pun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Agustinus Kelik Pribadi SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
“Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Mat 5:17)
Sering kali pembaruan dipahami sebagai mengganti yang lama dengan yang baru. Akibatnya, segala sesuatu yang sudah ada dianggap kuno, tidak relevan, atau bahkan harus disingkirkan. Padahal Yesus memberikan cara pandang yang berbeda. Ia tidak menghapus Hukum Taurat, tetapi menyempurnakannya. Ia menunjukkan makna terdalam dari hukum itu sehingga menjadi semakin hidup dan membawa manusia kepada kasih.
Yesus mengajarkan bahwa tidak semua yang lama itu buruk. Banyak nilai, tradisi, pengalaman, dan kebijaksanaan yang telah teruji oleh waktu. Yang perlu diperbarui bukan selalu fondasinya, melainkan cara memahami, menghayati, dan menerapkannya. Pembaruan sejati tidak dimulai dengan penghancuran, tetapi dengan pemurnian dan penyempurnaan.
Perjanjian Baru pun tidak menghapus Perjanjian Lama. Justru Perjanjian Lama menjadi dasar untuk memahami karya keselamatan Kristus. Yang lama dan yang baru saling menerangi dan melengkapi.
Firman Tuhan hari ini tetap relevan dalam keluarga, komunitas, perusahaan, maupun Gereja, sering hadir pemimpin baru dengan gagasan baru. Tentu pembaruan diperlukan. Namun pembaruan yang bijaksana selalu dimulai dengan menghargai apa yang telah diwariskan. Ia bertanya: “Apa yang baik dan perlu dipertahankan? Apa yang perlu diperbaiki? Apa yang perlu ditambahkan?”
Pemimpin yang hanya ingin terlihat berbeda sering tergoda membuang begitu saja segala sesuatu yang lama tanpa terlebih dahulu memahami nilai yang terkandung di dalamnya. Akibatnya, yang hilang bukan hanya tradisi, tetapi juga pengalaman, identitas, dan kebijaksanaan yang telah membangun komunitas selama bertahun-tahun.
Kritik Yesus yang keras terhadap para pemimpin atau pembaharu bukan bertujuan menghancurkan mereka, melainkan memanggil mereka kembali kepada kebenaran.
Karena itu, ketika kita berbicara tentang pembaruan, marilah kita bertanya kepada diri sendiri:
- Apakah saya menghargai hal-hal baik yang telah diwariskan kepada saya?
- Apakah saya memperbarui dengan semangat menyempurnakan atau sekadar ingin tampil berbeda?
- Apakah keputusan-keputusan saya membangun kesinambungan atau justru memutus akar yang baik?
- Dalam keluarga, komunitas, dan Gereja, apa yang perlu dipertahankan, apa yang perlu dimurnikan, dan apa yang perlu diperbarui?
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa Raja damai, berkenanlah melaksanakan janji kedamaian dan keselamatan-Mu melalui roti anggur lambang tanah baru yang boleh kami masuki. Demi Kristus, ….
ANTIFON KOMUNI – Matius 5:19
Barangsiapa melakukan dan mengajarkan perintah Tuhan, dia akan menduduki tempat tinggi di dalam kerajaan surga.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, kami bersyukur bahwasanya Engkau telah menyiapkan segala sesuatu dengan perantaraan Yesus, Tuhan kami, ialah hari depan yang cerah dan gemilang bagi semua orang di dunia ini, yaitu pelaksanaan janjimu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
Pengantar:
P. Leo Yohanes Dehon, SCJ, mendirikan Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus pada tahun 1878, di Prancis. Inisial Latin, “SCJ” setelah nama imam atau Bruder, mengidentifikasikan bahwa dia adalah anggota Kongregasi ini, yang lebih dikenal dengan nama “Dehonian” yang diambil dari nama belakang Pater pendiri. Saat ini, Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus melayani di lebih dari 40 negara.
Yang penting bagi Kongregasi Religius ini bukanlah karya/pelayanan tertentu, melainkan semangat / motivasi spiritual untuk pelayanan apa pun yang diberikannya. Pater Dehon menekankan “kehidupan batin”, maksudnya adalah relasi / hubungan yang intim dengan Tuhan, yang mencintai umat manusia tanpa batas. Sebagai pengikut setia Yesus, Allah yang menjadi manusia, P. Dehon dapat berkata seperti yang dilakukan St. Paulus, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. [Galatia 2:19-20].
Dari kontemplasi atas Persembahan Diri Yesus secara total, yang berpuncak pada wafat-Nya di kayu salib dan lambung-Nya yang tertikam, muncul gam-bar dan devosi kepada Hati Yesus, lambang dari sumber kasih yang menakjubkan ini. Pengabdian kepada Hati Yesus berarti tidak hanya mengembalikan cinta kepada Tuhan dan umat Tuhan, tetapi juga mem-percayai dan menyelesaikan rancangan kasih Tuhan – bukan kehendakku tetapi kehendak Tuhan yang terjadi – bahkan ketika harus memikul salib. Ini adalah semangat pemberian diri dari seorang dehonian dan siapa saja yang tertarik pada pengabdian kepada Hati Yesus.
Semoga Novena, Litani, dan pengudusan ini menopang dan memperkuat devosi Anda kepada Hati Yesus.
MEDITASI Hari VIII
“Buah-buah yang dijanjikan Tuhan kita melalui pengabdian kepada Hati Kudus-Nya sungguh luar biasa. Bagi para pendosa, ini adalah samudra belas kasih; untuk jiwa yang acuh tak acuh, ini adalah sumber semangat; bagi jiwa-jiwa saleh, ini adalah kemajuan pesat menuju kesempurnaan.
P. Leo John Dehon SCJ, Devotion to the Sacre Heart of Jesus, Give of our Time.” June 12, 1885
NOVENA HATI KUDUS YESUS
HARI VIII
Hati Yesus yang Maha Kudus, basuhlah aku dari segala dosaku dalam lautan kerahiman-Mu, leburlah ke dalam api segala kelesuanku, sentuhlah hatiku dan jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
Dengan penuh keyakinan pada cinta Hati-Mu yang lembut, aku datang kepada-Mu dengan penuh iman dan memohon apa yang sungguh aku butuhkan.
[Sebutkan permintaan Anda.]
Karena Engkau sangat mengenalku, aku akan menunggu dengan sabar untuk menerima dari Hati-Mu yang pemurah, apa yang benar-benar aku butuhkan untuk kepentinganku dan saudara-saudariku.
Semoga jawaban atas doaku, memungkinkan aku untuk bekerja sama dengan Hati-Mu dalam membangun Kerajaan cinta, keadilan, dan damai-Mu.
Amin.
Bapa Kami, Salam Maria 3x, Kemuliaan,
Supaya kasih Hati Yesus mudah dipahami dan relevan, P. Leo Yohanes Dehon SCJ, menyarankan untuk mengaitkannya dengan gambaran umum (tentang hati Yesus) dan pengalaman pribadi (akan kasih Allah). Doa-doa dalam litani ini didasarkan pada gambar-kata yang menggugah ini, yang disusun dari tulisan-tulisan rohani P. Dehon.
Persembahkanlah hatimu, putra dan putri Tuhan, persembahkanlah hatimu sebagai kurban kepada Tuhan di atas mezbah Hati Yesus.
Doa-doa Litani Hati Yesus
Hati Yesus, Hati Bapa kami dan Allah kami, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang sepenuhnya milik Bapa-Mu dan kami, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, kasih Allah yang menjelma bagi manusia, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, lambang cinta manusia kepada Allah, kami memuji Engkau.
Hati Yesus, yang menaruh perhatian khusus dan penuh kasih kepada kami, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus yang lembut seperti hati seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu.
Hati Yesus, yang mengasihi kami lebih dari seorang ibu, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, sahabat yang kebaikannya tak terhingga, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari seorang sahabat, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus, pasangan jiwa kami yang penuh kasih, yang kasihnya selalu segar, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Yesus yang mengasihi kami lebih dari pasangan hidup, kami bersyukur kepada-Mu
Hati Kudus Yesus, penuntun kepada Kebijaksanaan yang tak terbatas, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang ingin selalu menolong kami dan memenuhi semua kebutuhan kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang bersimpati dengan semua kelemahan rohani dan jasmani kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, harta silih, kasih, dan anugerah kami, kami mencintai-Mu.
Hati Kudus Yesus, yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada kami, kami mencintai-Mu.
Hati Ekaristis Yesus, roti yang menguatkan dan menyirami jiwa-jiwa dengan semangat kemurahan hati, kepahlawanan, dan amal-kasih, kami menyambut-Mu.
Hati Ekaristis Yesus, Raja-Gembala, dan penyelenggara hidup kami, kami menyambut-Mu.
Hati Ekaristis Yesus, Saudara kami yang penuh kasih dan setia, kami menyambut-Mu.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada semua orang yang menderita, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada mereka yang dilanda masalah, kesulitan, dan beban berat, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang lapar, yang bekerja keras, dan yang miskin, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang dipenuhi dengan belarasa kepada yang sakit dan lemah, kami ingin menjadi seperti Engkau.
Hati Yesus, yang menderita ketika kami menderita, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang menuntut keadilan, rasa hormat, dan kebajikan bagi para pekerja, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, penjaga yang berjaga-jaga melindungi Gereja-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, yang berdoa untuk kebutuhan umat-Nya, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Hati Yesus, teladan kami, cita-cita kami, segalanya bagi kami, kami menyatukan diri kami dengan persembahan diri-Mu.
Dipenuhi dengan keyakinan akan kasih Allah yang melimpah bagi semua ciptaan, kami berdoa:
Guru yang baik, Engkau telah memberikan kepada kami
rahmat untuk mulai mencintai-Mu;
berilah kami juga rahmat untuk bertekun dalam cinta-Mu,
yang sering kali terasa begitu berat.
Dalam semangat cinta,
kami ingin terus-menerus mempersembahkan kepada-Mu
perbuatan, pekerjaan, dan penderitaan kami sehari-hari. Amin.
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Lebih dari sekadar upacara – seremoni, pengudusan keluarga kepada Hati Yesus adalah komitmen harian untuk menghidupi cinta, penerimaan, pengampunan, dorongan, dan perhatian.
Ini adalah praktik spiritual untuk menciptakan sebuah keluarga (tidak sempurna, tetapi penuh kasih) tempat tinggal yang nyaman bagi Hati Yesus .
Jika memungkinkan, keluarga berkumpul di sekitar meja, yang di atasnya diletakkan gambar Hati Yesus. Atau, berkumpul di dekat gambar Hati Yesus yang dipasang di tempat yang pantas dalam rumah. Jika diinginkan, nya-lakan lilin dan hiasi ruangan dengan bunga.
Berikut ini adalah ritual sederhana, yang dapat Anda sesuaikan dengan situasi Anda. Sangat ideal untuk memiliki salinan “Doa Keluarga Pengudusan ke Hati Yesus” untuk setiap anggota keluarga. Sudah sepantasnya yang ter-tua dalam rumah tangga [mungkin kakek-nenek] untuk memimpin doa ini. Mintalah seorang anggota keluarga yang lebih muda untuk membaca kutipan Kitab Suci setelah memberinya kesempatan untuk berlatih mem-bacanya. Putuskan sebelumnya bagaimana Anda ingin melakukan “Doa dengan Tangan”.
Pendahuluan: Pemimpin menggunakan kata-kata ini atau yang serupa:
P : Kita telah berkumpul bersama sebagai sebuah keluarga untuk membuat janji kepada Tuhan dan meminta Tuhan untuk membantu kita menepati janji kita. Gambar Hati Yesus dan Doa Pengudusan kita ini akan mengingatkan kita betapa Allah mengasihi kita dan betapa kita harus berusaha untuk saling mengasihi.
Mari kita mendengarkan bacaan dari Alkitab. Bacaan dari Surat Pertama Yohanes 4:9, 11 dan 12
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
~ Waktu untuk hening sejenak ~
Doa Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
[Jika memungkinkan, doakan doa ini bersama-sama]
Hati Yesus yang penuh kasih,
karena kami tahu bahwa Engkau mencintai kami
kami mohon bantuan-Mu.
Sebagai sebuah keluarga / Komunitas
(orang tua, kakek-nenek, dan anak-anak)
Ajarilah kami bagaimana kami mampu saling mencintai apa adanya,
mendorong satu sama lain untuk menjadi yang terbaik,
dan mendukung siapa pun di antara kami yang membutuhkan.
Di saat kuat atau lemah,
di saat-saat berahmat atau saat jatuh dalam dosa,
bantulah kami untuk berbelaskasih seperti Engkau Berbelaskasih,
dan menjadi keluarga-tempat tinggal yang nyaman bagi-Mu.
Walaupun kami bukan keluarga yang sempurna,
kami ingin menjadi keluarga yang penuh kasih.
Dengan bantuan-Mu,
kami berjanji untuk terus mengusahakannya.
Semoga Hati-Mu yang penuh belaskasih menjaga kami setiap saat
dan keluarga kami selalu berada dalam lindungan-Mu.
Amin.
Doa dengan Tangan
Dengan kata-kata, kami meminta Yesus untuk tinggal bersama kami dan kami berjanji untuk melakukan apa yang kami bisa untuk menjadi keluarga yang penuh kasih. Sekarang, mari kita ekspresikan hal yang sama dengan tangan kita.
[Pilih cara A atau B:]
[A] Saya akan mengulurkan tangan dan meletakkannya di atas meja. Kemudian, saya meminta masing-masing orang untuk mengulurkan tangan sehingga kita semua bisa saling bersentuhan.
[B] Saya meminta kita semua untuk berdiri dalam lingkaran dan saling ber-gandengan tangan.
[Setelah hening sejenak, gunakan kata-kata ini atau yang serupa:]
Kita semua adalah bagian dari keluarga ini. Masing-masing dari kita memberi dan menerima.
Mari kita semua menjalani tanggungjawab masing-masing untuk men-ciptakan keluarga yang penuh kasih.
Doa Bapa kami.
Dengan tangan yang masih bersentuhan, marilah kita mengucapkan doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita.
Bapa kami….…
Doa Penutup
Hati Yesus yang Penuh Kasih,
jagalah keluarga kami selalu dalam lindunganMu
dan ajari kami untuk mencintai
dan mendukung satu sama lain.
Amin.
Doa untuk Pembaruan Harian
Pengudusan Keluarga kepada Hati Yesus
Kasih Hati Yesus yang Mahakasih.
Jagalah keluarga kami selalu dalam lindungan-Mu
dan ajari kami bagaimana mencintai dan mendukung satu sama lain.
Amin
Hati Yesus,
bantu kami menciptakan keluarga yang penuh kasih
di mana Engkau selalu merasa nyaman tinggal di dalamnya.
Amin.
Copyright 2020, United States Province
Priests of the Sacred Heart
Podcast: Play in new window | Download