Selasa, 09 Juni 2026
Sabda Kehidupan
Selasa 09 Juni 2026
Matius 5:13-14 (Mat 5:13-16)
”Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
Jadilah Garam Dan Terang Dunia
Atas cara yang sederhana namun jelas, Yesus memberi kita gambaran hidup kristiani yang penuh arti. Di satu pihak menjadi seperti garam yang sekalipun tak kelihatan namun memberikan cita rasa yang sangat berarti untuk membangkitkan selera dan gairah. Di pihak lain menjadi seperti cahaya yang kelihatan, berada di depan bahkan di atas untuk menerangi dan menuntun, mencerahkan dan memberi harapan.
Kedua wujud ini kiranya menjadi nyata dalam perbuatan baik kita. Antara lain melalui kehadiran, sikap dan tutur kata, serta aksi nyata menebar kebaikan agar kita senantiasa membawa arti bagi orang lain dan lingkungan sekitar.
Jangan biarkan rasa kecewa oleh cemooh, bahkan hinaan membuat kita tawar hati atau berkecil hati. Teruslah menjadi garam yang memberi semangat, gairah, dan energi positip yang mampu merubah situasi dan suasana menjadi penuh semangat. Mampu berbesar hati dan pantang menyerah.
Teruslah bersinar. Semakin gelap suasana sekitar, semakin terang cahaya hati kita bersinar menerangi, mencerahkan, membuka wawasan, merubah paradigma lama menjadi baru dan optimis.
Dengan demikian kita menjadi saksi kehadiran Yesus, Sang Terang dunia, yang tak pernah pudar dan luntur kasih setiaNya. Teruslah berkobar sekalipun dalam kesulitan dan derita.
”Ya Yesus, utuslah Roh KudusMu membakar semangat kami. Jadikanlah kami pembawa damai dan sukacita, pengampunan dan belaskasih. Biarlah cahayaMu menerangi hati dan budi kami, guna membawa terang dan harapan baru, optimisme serta jalan keluar atas berbagai persoalan hidup ini. Amin.”
Selamat menjalani hari baru menjadi garam dan terang Kristus.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 09 Jun 2026
Selasa Pekan Biasa X
PF S. Efrem, Diakon dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Mat 5:16
Bacaan Injil: Mat 5:13-16
*************
Bait Pengantar Injil
Mat 5:16
Hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,
agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,
dan memuji Bapamu yang di surga.
Bacaan Injil
Mat 5:13-16
Kalian ini cahaya dunia.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda,
“Kalian ini garam dunia.
Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat diasinkan?
Tiada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak orang.
Kalian ini cahaya dunia.
Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita
lalu meletakkannya di bawah gantang,
melainkan di atas kaki dian,
sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya cahayamu bersinar di depan orang,
agar mereka melihat perbuatanmu yang baik,
dan memuliakan Bapamu di surga.”
Demikianlah sabda Tuhan.
*************
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata kepada para muridNya, ‘Kamu adalah garam dunia’. Kelompok murid ini adalah inti dari apa yang kemudian menjadi gereja. Kita adalah gereja saat ini, dan Yesus juga berkata kepada kita, ‘kamu adalah garam dunia’. Yesus tidak berkata, ‘kamu akan menjadi garam dunia’, tetapi ‘kamu adalah garam dunia’. Dalam arti tertentu, kita diingatkan akan identitas kita, identitas yang kita miliki sebagai orang-orang yang telah dibaptis dalam Kristus, yang merupakan anggota tubuh Kristus.
Jika itulah identitas yang kita miliki, maka panggilan kita adalah untuk hidup sesuai dengan identitas itu. Seperti garam, kita harus menjadi apa yang terbaik dalam diri masing-masing kita dan di dunia kita.
Kita memelihara semua kebaikan di tengah-tengah kita. Kita bekerja melestarikan dan memelihara kebaikan di antara kita.
Gambaran lain yang digunakan Yesus dalam Injil hari adalah terang. Dalam Injil Yohanes, Yesus berkata tentang diri-Nya, ‘Akulah terang dunia’. Dalam Injil Matius, Ia berkata kepada murid-murid-Nya, ‘Kamulah terang dunia’. Sungguh meyakinkan bahwa gelar yang diberikan kepada Yesus, diberikan kepada kita murid-murid-Nya. Sekali lagi, Yesus mengingatkan kita akan identitas kita sebagai orang-orang yang telah dibaptis di dalam Dia dan yang telah diterangi oleh kehadiran-Nya dalam firman dan sakramen.
Jika garam dikaitkan dengan pengawetan, terang dikaitkan dengan menunjukkan jalan. Ke mana pun kita akan pergi, Yesus hadir sebagai terang untuk menunjukkan jalan kepada kita, dan Dia juga ada dan berjalan bersama kita. Itulah jalan yang dijelaskan dalam sabda bahagia dalam Injil kemarin.
Dalam Injil, kita disebut sebagai terang, karena kita dipanggil untuk menunjukkan jalan kepada sesama, yakni jalan Kristus. Hubungan kita dengan Tuhan bukanlah urusan pribadi semata. Kita memiliki tanggung jawab satu sama lain untuk secara terbuka menghidupi hubungan itu sepenuhnya sehingga kita dapat saling menolong, membimbing, dan memimpin. Hanya dari sesama kita dapat belajar apa artinya berjalan di jalan Kristus. Semoga hari ini kita dapat lebih sepenuhnya menghayati identitas kita sebagai garam dunia dan terang dunia.
RP. PAUL KERANS, SVD