Selasa, 29 Juli 2025
Sabda Kehidupan
Selasa 29 Juli 2025
Peringatan St Marta, Maria dan Lazarus
Yohanes 11:25-26 (Yoh 11:19-27)
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
Belajar Dari Keluarga Kudus Di Betania
Kakak beradik Marta, Maria dan Lazarus adalah sebuah keluarga yang begitu dekat dengan Yesus sebagaimana dikisahkan dalam Injil Lukas dan Yohanes. Yesus sering mampir di rumah mereka dalam perjalanan ke Yerusalem. Keyakinan iman kakak beradik ini akan Yesus kiranya menjadi teladan bagi kita dalam beriman kepada Yesus. Demikian juga kecintaan mereka satu sama lain sebagai kakak beradik dapat menjadi contoh bagi keluarga kita.
Dikisahkan dalam Lukas 10:38-42, bagaimana Yesus memuji Maria yang duduk bersimpuh depan kakiNya, memberi perhatian sepenuhnya pada perkataan Yesus. Ia begitu terpesona mendengarkan Yesus. Suatu teladan bagi kita untuk memberi waktu mendengarkan Yesus berbicara kepada kita, serta memberi perhatian penuh pada apa yang difirmankan Tuhan.
Sementara Marta menjadi teladan dalam bekerja dengan rajin dan tekun untuk melayani Yesus.
Ketika Lazarus adik mereka meninggal dunia, iman Marta dan Maria akan kuasa Yesus untuk membangkitkan orang mati, menyentuh hati Yesus untuk segera membangkitkan Lazarus yang sudah 4 hari dalam kubur.
Marta maupun Maria mengungkapkan iman mereka dengan kata-kata yang sama: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” (Yoh 11:21,32).
Yesus begitu tersentuh hatiNya menyaksikan kecintaan mereka akan adiknya Lazarus dan iman mereka yang teguh lalu Ia membangkitkan Lazarus dari kematian.
Semoga persaudaraan kakak beradik keluarga Betania ini, sekalipun mereka berbeda karakter dan kepribadiannya, menjadi contoh bagi kita untuk saling peduli dan saling mendoakan antar kakak beradik.
Semoga iman mereka akan Yesus meneguhkan iman kita. Kita-pun dapat menjadi seperti Lazarus, bangkit dari kubur masa lalu. Biarlah pengalaman pahit dan luka batin dalam keluarga menjadi masa lalu. Kita mati terhadap semuanya itu dan mengalami pemulihan oleh kasih Yesus yang selalu mau menumpang di rumah kita. Jadilah selalu sahabat dekat Yesus.
Semangat hari Selasa. Yesus ada bersama kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 29 Jul 2025
Selasa Pekan Biasa XVII
PW S. Marta, Maria, dan Lazarus
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12b
Bacaan Injil: Yoh 11:19-27
**************
Bait Pengantar Injil
Yoh 8:12b
Akulah terang dunia.
Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan,
dan ia akan mempunyai terang hidup.
Bacaan Injil
Yoh 11:19-27
Aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Menjelang Hari Raya Paskah,
banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria
untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang,
ia pergi mendapatkan-Nya.
Tetapi Maria tinggal di rumah.
Maka kata Marta kepada Yesus,
“Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini,
saudaraku pasti tidak mati.
Tetapi sekarang pun aku tahu,
bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu
segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.”
Kata Yesus kepada Marta,
“Saudaramu akan bangkit.”
Kata Marta kepada-Nya,
“Aku tahu bahwa ia akan bangkit
pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.”
Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup!
Barangsiapa percaya kepada-Ku,
ia akan hidup walaupun sudah mati;
dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku,
tidak akan mati selama-lamanya.
Percayakah engkau akan hal ini?”
Jawab Marta,
“Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah,
Dia yang akan datang ke dalam dunia.”
Demikianlah sabda Tuhan.
**************
ℍ
“Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta,” (Yoh 11: 1)
Pada tanggal 26 Januari 2021, Paus Fransiskus menetapkan pencantuman peringatan wajib Sta. Marta, Maria, dan Lazarus dalam Kalender Liturgi Romawi untuk menggantikan peringatan Sta Marta (saja), yang dirayakan pada tanggal 29 Juli.
Kita kenangkan ketiga sahabat Yesus yang diceritakan dalam Injil, karena apa yang mereka persembahkan kepada Tuhan dan apa yang mereka contohkan bagi kita: mereka menjadikan hati dan rumah mereka sebagai tempat peristirahatan dan sukacita bagi Tuhan, serta menawarkan keramahtamahan yang penuh percaya dan kasih yang memulihkan sesaat sebelum Ia mulai menapaki jalan Sengsara dan wafat-Nya.
Dalam Injil Marta digambarkan sebagai seorang perempuan yang aktif dan dinamis, yang meskipun merasa sedih akan kematian saudaranya, percaya bahwa Yesuslah Tuhan atas hidup dan mati dan menyatakannya dengan pengakuan imannya akan Tuhan dan Mesias. Sedangkan Maria digambarkan sebagai seorang yang tekun mendengarkan Sabda Tuhan dan menerapkannya dalam hidupnya. Ada yang berpendapat bahwa Maria saudara Lazarus, Maria dari Magdala, dan seorang yang berdosa, yang mengurapi kaki Yesus di rumah seorang Farisi bernama Simon, adalah orang yang sama. Namun, Paus Fransiskus mendukung pendapat para ahli Kitab Suci modern bahwa ketiganya (Maria saudari Lazarus, Maria dari Magdala, dan perempuan berdosa yang mengurapi kaki Yesus) adalah orang yang berbeda. Lazarus disertakan dalam peringatan hari ini karena kesaksiannya yang berani setelah dibangkitkan dari mati oleh Yesus, meskipun orang-orang Farisi mengancam untuk menangkapnya.
Dalam penetapan peringatan ini, Kongregasi Ibadat Ilahi berkata, “Dalam rumah di Betania, Yesus, Tuhan, mengalami kekeluargaan dan persahabatan dari Marta, Maria dan Lazarus, dan karenanya Injil Yohanes mengatakan bahwa Ia sangat mengasihi mereka.”
Apa warta peringatan hari ini bagi hidup kita? Pertama, marilah kita mengundang Yesus dalam keluarga kita masing-masing, dengan mempersembahkan keluarga kita pada Hati Kudus-Nya agar Ia sungguh meraja dalam hidup kita. Kedua, kita semua membutuhkan baik Marta-Marta maupun Maria-Maria dalam Gereja kita – mereka yang aktif dan mereka yang kontemplatif. Bagaimana Gereja akan bertahan jika tidak ada mereka yang aktif dalam kegiatan-kegiatan dan pelayanan seperti koor, mengajar sekolah Minggu, menghias altar, melayani orang miskin dan sebagainya? Demikian juga dalam keluarga. Kita membutuhkan orang-orang yang memasak, membersihkan rumah, mengerjakan ini dan itu. Pun pula bidang-bidang kehidupan yang lain. Ketiga, kita tidak boleh juga lalai untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menyediakan waktu untuk berwawan-hati dengan-Nya dalam doa.
Sabda Yesus jelas bagi kita: “Berbahagialah mereka yang mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya.”
Tuhan, semoga rumah kami dan hati kami menjadi tempat tinggal yang pantas dan membahagiakan bagi-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Jadikan hatimu istana cinta-Nya! ⒿⓁⓊ! ❤️
RP Joni Astanto MSC